Inti dari teknik ini adalah kontras . Jika cahaya sedikit, maka arsiran harus dibuat pekat dan gelap untuk menciptakan dimensi visual yang realistis, sehingga mata penonton dapat membedakan mana bagian yang menonjol (terkena cahaya) dan mana bagian yang mencekung atau tertutup (bayangan).
Berikut adalah penjelasan detail mengenai apa yang terjadi pada teknik arsiran saat cahaya minim: 1. Peningkatan Kerapatan Garis Inti dari teknik ini adalah kontras
Jika Anda ingin hasil yang lebih dramatis (seperti teknik chiaroscuro ), Anda bisa membuat transisi yang sangat kontras antara area terang yang sedikit dan area gelap yang dominan. Peningkatan Kerapatan Garis Jika Anda ingin hasil yang
Dalam teknik arsiran, intensitas cahaya adalah faktor utama yang menentukan nilai gelap-terang suatu gambar. Secara mendasar, prinsipnya adalah: Fokus arsiran di sini bukan lagi pada detail
Pada area yang sangat minim cahaya, detail objek cenderung "hilang" atau menyatu dengan kegelapan. Fokus arsiran di sini bukan lagi pada detail bentuk kecil, melainkan pada untuk memberikan kesan kedalaman (dimensi).
Dalam kondisi cahaya sedikit, seniman biasanya beralih ke pensil dengan kode "B" yang lebih tinggi (seperti 4B, 6B, hingga 8B). Pensil kategori ini memiliki inti yang lebih lunak dan hitam, sehingga memudahkan proses penciptaan area gelap yang solid tanpa merusak tekstur kertas. 4. Terbentuknya Bayangan (Shadows)